Show Mobile Navigation

Whats Hot

Ini Adalah bla bla
Kota Lama Kendari
Tampilkan postingan dengan label Kota Lama Kendari. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kota Lama Kendari. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 06 September 2014

bioskop kota, riwayatmu kini...

yes - 15.29


Bangunan ini adalah salah satu saksi kejayaan daerah kota lama di awal pembangunan kota Kendari. Berdiri megah dekat dengan kawasan Pelabuhan Kendari, dulunya bangunan ini merupakan tempat favorit muda-mudi jaman dulu menghabiskan malam minggu, nonton pilem terbaru. Sebut saja Saur Sepuh, ataupun Tutur Tinular. Beberapa poster pilem menghiasi bangunan ini. Dan sekarang, bangunan ini mulai terlupakan. Poster pilem digantikan oleh poster Karaoke dan Pijat Refleksi. Cat dengan warna yang eye catching pun tak membuat gedung ini menjadi perhatian. Dia hanya berdiri saja di situ, dan terabaikan oleh orang-orang yang melewatinya. Biskop kota, riwayatmu kini.

Sumber http://anianeh.blogspot.com/2012/09/bioskop-kota-riwayatmu-kini.html

Kendari Teather Riwayatmu Kini

yes - 15.23
« sepedaku menungguku dan puisi dari seorang teman
“once upon a time in Saponda” dan puisi dari seorang teman »




Agustus 1971, setelah 8 tahun menjadi ibu kota provinsi Sulawesi Tenggara, untuk pertama kalinya kota kendari memiliki sebuah tempat hiburan malam “modern” di tempat yang representatif di masa itu. Kendari Teather, demikian namanya, sebuah bioskop yang untuk pertama kalinya dimiliki oleh warga kota kendari. Sebuah kemewahan yang mungkin sebelumnya cuma dapat dinikmati oleh sebagian kecil warga yang kebetulan beruntung dapat menikmatinya di kota besar seperti Makassar ataupun Jakarta.

sekedar menoleh ke belakang

the monument : Philips FP5 "..since 1971.."

Tak pernah ada penelitian tentang seberapa besar pengaruh kehadiran bioskop tersebut terhadap pola kehidupan warga kota kendari saat itu. Namun hampir bisa dipastikan, sebagai satu-satunya tempat hiburan malam yang modern di masa itu, tentulah Kendari Teather menjadi sesuatu yang penting bagi warga kota Kendari. Apa yang baru di Kendari Teather selalu menyita perhatian masyarakat, khususnya generasi muda. Bagaimana tidak, disitulah mereka untuk pertama kalinya menyaksikan bagaimana kocaknya Benyamin Sueb dalam film Intan Berduri atau bagaimana tragisnya peran Slamet Raharjo dan Leny Marlina dalam film Ranjang Pengantin. Belum lagi rancaknya musik dan goyangan film India lewat aktor-aktor Bollywood yang terkenal di masa itu, semisal Amitabh Bachchan dan film-filmnya yang begitu menggoda penonton semisal film Zanjeer, Sholay, dan Deewar serta dahsyatnya bela diri jagoan-jagoan kung fu dari Hongkong seperti Bruce Lee dan Jacky Chan dalam filmnya semisal Fist of Fury dan Snake in the Eagle Shadow. Semua itu secara perlahan dan pasti masuk menjadi bagian dari gaya hidup generasi muda saat itu. Era 70-an hingga 80-an bisa dikatakan sebagai masa kejayaan dari Kendari Teather. Meski sempat mendapat pesaing dengan dibangunnya gedung bioskop Benteng beberapa tahun setelah kelahirannya, Kendari Teather terbukti mampu bertahan hingga awal tahun 90-an, sedangkan bioskop Benteng sendiri tak mampu melewati era 80-an.
Simon Potta, mengawal mesin proyektor film di gedung Kendari Teater sejak 1971


pita yang tersisa


terpelihara. setiap detil dari mesin proyektor film masih cukup terpelihara


Seiring dengan berjalannya waktu, perkembangan dan perluasan kota Kendari yang justru meninggalkan titik awalnya, perlahan-lahan merengut peran penting Kendari Teater dan kota lama. Kota lama Kendari tidak lagi penting dan Kendari Teater tidak lagi menarik. Kehadiran video dan VCD serta membanjirnya stasiun Televisi yang menyajikan beragam tontonan serta hiburan yang disajikan langsung ke ruang makan pemirsa juga menjadi pukulan yang cukup telak bagi Kendari Teather. Hingga di paruh awal 90-an, ditandai dengan munculnya sebuah gedung bioskop baru yang berada dipusat kota yang baru di kawasan Mandonga serta memiliki fasilitas yang jauh lebih modern dan film-film yang lebih up to date, akhirnya Kendari Teater tak mampu lagi bertahan. Saat ini yang tersisa tinggalah gedungnya yang telah beralih fungsi serta kenangan akan masa silamnya yang sempat menjadi bagian penting dari masyarakat kota kendari.

tak lagi ada antrian penonton di depan gedung


"...sensor.."

Toilet pria


kendari teater, riwayatmu kini



Kendari, 29 januari 2010
Sumber http://arelanophotographic.wordpress.com/2011/03/26/kendari-teater-riwayatmu-kini/
Editor's Choice